• welcome 2019
  • Info TK 23

Selamat Datang di Website Resmi TK ISLAM AL MUHAJIR | Terima Kasih atas Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


TK ISLAM AL MUHAJIR

NPSN : 20254761

Komp.Masjid Al Muhajir, Margahayu Raya Barat Jalan Taman Jupiter Blok E II Bandung 40286


-

TLP : 0227535599


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 237407
Pengunjung : 82693
Hari ini : 15
Hits hari ini : 36
Member Online : 0
IP : 18.206.48.243
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Hati-hati Ayah dan Bunda, 5 Mitos Ini Dapat Merusak Masa Depan Anak Kita




Hati-hati Ayah dan Bunda, 5 Mitos Ini Dapat Merusak Masa Depan Anak Kita

 

Dalam membesarkan anak, terkadang kita mendapat banyak sekali saran.

Sayangnya, beberapa dari saran tersebut adalah mitos yang dapat merusak masa depan anak kita.

Di dalam bukunya, The Intuitive Parent, Stephen mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam membesarkan anak yang sehat, cerdas, dan bahagia adalah keberadaan dan kebijaksanaan Anda sebagai orangtua mereka.

Berangkat dari pemahaman itu, inilah mitos pola belajar keliru yang masih banyak diterapkan orangtua kepada anak-anaknya, yang dapat menghancurkan masa depan anak, berikut di antaranya:

 Mitos #1: Anda harus fokus mengembangkan otak bayi Anda sedini mungkin

Yang paling menakutkan adalah para ahli mengatakan bahwa pengoptimalan otak seharusnya dilakukan pada masa tiga tahun pertama kehidupan anak.

Setelah itu, otak tetap berkembang tapi tidak maksimal.Otak memang memerlukan input agar bisa berkembang, tapi tidak terlalu perlu dengan cara yang khusus.Lingkungan natural seorang bayi - sinyal, suara, rasa, sentuhan, bau yang kita alami juga setiap hari, memberi stimulus yang cukup untuk memicu perkembangan otaknya.Ketika seorang ibu bernyanyi saat memberi makan atau memakaikan pakaian, secara natural ibu merangsang gelombang otak anak untuk bekerja aktif.Orangtua intuitif - orangtua yang mengikuti naluri mereka, mengembangkan otak bayinya tanpa menetapkan tanpa aksi-aksi yang terkesan memaksa.

Mitos #2: Anak perlu ditempatkan di kelas khusus karena terlambat bicara dibanding anak-anak lain

Pikir lagi jika ada orang, apapun profesinya, yang melabeli anak Anda autis karena dia terlambat bicara, dan guru yang terburu-buru menempatkan anak di kelas khusus. Penelitian menunjukkan bahwa 60% anak yang awalnya terlambat bicara, dapat mengejar ketinggalan dari anak-anak sebayanya dalam waktu  dua atau tiga tahun. Stephen mencontohkan dirinya sendiri yang belum dapat bicara sampai umur 3,5 tahun. Memiliki spesialis tumbuh kembang anak adalah hal yang sangat bagus. Tapi sekali lagi, jangan dulu menerima diagnosa "ada kelainan" pada anak Anda sebelum meminta pendapat kedua dari ahli yang lain.

Mitos #3: Anak dianjurkan mengonsumsi Ritalin karena tidak bisa diam selama di kelas

Apakah anak Anda tidak bisa diam saat guru bercerita atau sedang menjelaskan pelajaran?

Kelas anak-anak usia dini masih sering menggunakan metode belajar "duduk diam dengarkan saja" atau "duduk diam kerjakan apa yang disuruh". Ketahuilah, banyak anak-anak berbakat bisa belajar dengan cara itu tapi banyak juga yang tidak. Banyak anak belajar sambil bekerja atau beraktivitas dan itu sah-sah saja. Sangat menyedihkan jika guru atau orangtua atau siapapun langsung menghakimi anak yang tidak bisa diam sebagai anak dengan ADHD (gangguan konsentrasi). Lebih sedih lagi jika akhirnya obat seperti Ritalin (obat stimulan syaraf pusat) dijadikan jawaban untuk menenangkan anak. Pertimbangkanlah bahwa cara belajar anak tidak sama.

Bahkan anak yang sungguh-sungguh ADHD sekalipun dapat diterapi tanpa obat-obatan.

Mitos #4: Jika ingin anak sekolah di Universitas unggulan, mulai dari sekarang dengan kartuflash

Perangkat lunak yang mahal sering dijajakan kepada orangtua untuk mengajar anak menghafal, membaca, menambah kosa kata bahasa ibu, bahasa asing dan lain sebagainya. Sebaliknya, orangtua intuitif mendorong anak mahir dalam pemecahan masalah, penalaran dan kemampuan berpikir, sambil merangsang rasa ingin tahu anak.

Dasar pengasuhan intuitif adalah "beri perhatian pada anak Anda".

Berinteraksi dengan mereka secara alami jauh dari macam-macam perangkat itu. 

Beberapa penelitian mengungkapkan, sistem intuitif alami ini terbukti lebih dapat meningkatkan kosakata anak.

Mitos #5: Bisa membaca di usia dini adalah tanda-tanda kejeniusan

Tentu, membaca adalah hal yang sangat baik - tetapi hanya jika anak benar-benar memahami apa yang dia baca.

Hanya tahu cara membaca atau nama suatu benda belum tentu seorang anak benar-benar memahami apa yang dia baca atau ucapkan.

Sebaiknya, orangtua duduk santai bersama anak sambil membaca bersama.

Pastikan untuk menamai suatu gambar saat anak menunjuk dan menanyakan artinya.

Biarkan anak mengarang ceritanya sendiri.  Kegiatan membaca haruslah menyenangkan, interaktif dan dialogis.

Memaksa anak menghafal banyak kata tanpa makna di masa otak masih berkembang dapat menyebabkan hiperleksia, suatu kondisi di mana anak bisa membaca tapi kesulitan menangkap makna. Dan itu bukan tanda kejeniusan.

Bisa membaca di usia dini dan tahu persis  makna setiap kata, mungkin itulah tanda anak jenius. Tapi, biarkan waktu yang menjawab. Jenius atau tidak, tidak mengurangi nilai seorang anak.

Memang, tidak ada orangtua sempurna, tapi sebagai orangtua, hindari kesalahan yang dapat merusak masa depan anak

Sumber: http://www.tribunnews.com/kesehatan/2016/10/06/

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas