• PSB 21 22 Online
  • welcome 2019
  • Infromasi PSB 21 22
  • Biaya PSB 21 22

Selamat Datang di Website Resmi TK ISLAM AL MUHAJIR | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


TK ISLAM AL MUHAJIR

NPSN : 20254761

Komp.Masjid Al Muhajir, Margahayu Raya Barat Jalan Taman Jupiter Blok E II Bandung 40286


info@tki-almuhajir.sch.id

TLP : 0227535599


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 143672
Pengunjung : 53163
Hari ini : 1
Hits hari ini : 1
Member Online : 0
IP : 35.175.107.77
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

MENGENALKAN “TATA KRAMA SUNDA” PADA ANAK TK




MENGENALKAN “TATA KRAMA SUNDA” PADA ANAK TK

Oleh

AI NURLAELA, S.Pd

(Guru di TK Islam Al Muhajir)

 

Walikota Bandung Ridwan Kamil telah menggulirkan program “Bandung Masagi”. Program ini merupakan model pendidikan karakter yang sesuai dengan pandangan hidup Budaya Sunda. Ada empat nilai yang perlu diterapkan dalam Budaya Sunda, yaitu kearifan lokal, silih asih, asah, asuh dan wawangi. Pertama silih asih, berarti mencintai kehidupan dan kemanusiaan. Kedua silih asah artinya mencerdaskan dan tidak pintar sendiri. Ketiga silih asuh, artinya saling mendampingi dan membimbing antar manusia. Keempat belajar menyampaikan hal yang baik.

Dari empat nilai tersebut ada empat program yang telah berjalan, yakni cinta agama sebagai dasar dan kompas moral. Jaga budaya, sehingga ada program Rebo Nyunda. Bela Negara dan cinta lingkungan. Salah satu bentuk nyata dari program Rebo Nyunda adalah adanya pengenalan “Tata Krama Sunda”.

Tata krama merupakan kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Tata krama sunda ini, merupakan salah satu ciri khas/budaya dari masyarakat Jawa Barat yang harus kita lestarikan. Kenyataannya, saat ini telah terjadi “Krisis Jati Diri”. Salah satu contohnya, anak-anak jaman sekarang lebih senang menggunakan bahasa asing agar terlihat keren dan cenderung malu atau mungkin tidak tahu untuk menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Mereka juga kadang berani melakukan perilaku yang sebenarnya dianggap tidak sopan, namun sudah dianggap biasa. Secara tidak langsung, dengan kurangnya mereka bersopan santun atau bertata krama, maka jati diri kita sebagai bangsa yang berbudaya mulai luntur.

Oleh karena itu, maka pengenalan tata krama sunda harus dikenalkan pada anak sejak dini, karena jika dikenalkan setelah ia besar, maka ia sudah mempunyai kebiasaan tertentu dan butuh waktu lama untuk mengubah kebiasaannya tersebut. Untuk anak Taman Kanak-kanak, implementasi pengenalan tata krama sunda dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.

Mengenalkan tata krama sunda pada anak Taman Kanak-kanak tidak dapat diberikan secara instan, tetapi memerlukan proses yang panjang. Tentunya dimulai dari hal-hal yang sederhana dan dekat dengan dunia anak. Diberikan secara bertahap, konsisten dan terus menerus, agar tata krama tersebut melekat dan menjadi kebiasaan dalam diri anak.

Pengenalan tata krama sunda pada anak Taman Kanak-kanak, dapat diberikan melalui kegiatan pembiasaan. Pembiasaan yang dilakukan sejak kecil, akan membentuk semacam kebiasaan sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepribadiannya. Anak-anak yang memperoleh pendidikan tata krama sejak dini, akan menjadi pribadi yang santun dan tahu bagaimana cara menghargai orang lain.

Salah satu sekolah Taman Kanak-kanak yang sudah menerapkan tata krama sunda ini adalah TK Islam Al Muhajir, yang beralamat di Jalan Taman Yupiter Blok E2 Komplek Margahayu Raya Barat, Buah Batu, Kota Bandung. Sekolah ini pun terpilih menjadi salah satu PAUD percontohan PAUD HIBER dan telah mendapat Apresiasi Penganugerahan sebagai “Sekolah yang Berdedikasi dan Konsisten Mewujudkan Pendidikan Bandung Juara” khususnya dalam “BUDAYA SUNDA” yang diserahkan langsung oleh Bapak Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam Peringatan Hari Guru pada tanggal 19-20 Desember 2017 di Sport JABAR.

Adapun tata krama sunda yang mulai dapat dikenalkan pada anak Taman Kanak-kanak, misalnya salam, mengucapkan wilujeng enjing, wilujeng siang, hatur nuhun, punten, duduk émok, duduk sila, menunjuk dan mempersilahkan menggunakan tangan kanan, dan lain-lain.

Salam dalam budaya sunda biasa dilakukan dengan cara kedua kaki rapat, lutut ditekuk sedikit, kedua belah telapak tangan dirapatkan di depan dada menghadap ke depan dan sedikit membungkukan badan sambil mengucapkan Wilujeng Enjing (selamat pagi) atau Wilujeng Siang (selamat siang). Memberi dan membalas salam adalah budaya positif, termasuk karakter yang mesti ditanamkan di lingkungan sekolah. Saling memberi dan membalas salam memang hal yang sepele, tetapi dari hal sepele inilah jika dibiasakan akan membentuk karakter yang positif dalam diri anak.

Setiap anak-anak diberikan bantuan atau pertolongan, maka anak-anak dibiasakan untuk selalu mengucapkan “Hatur Nuhun” (terima kasih). Saat anak mengucapkan Hatur Nuhun pada temannya, maka temannya tersebut akan merasa bahagia. Ketika perasaan bahagia itu muncul, maka secara  tidak langsung akan memotivasi anak itu untuk terus berbuat kebaikan. Dengan begitu, maka anak akan merasa senang untuk selalu melakukan kebaikan kepada siapa pun, tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Ketika anak lewat di depan temannya, ibu guru maupun orang tuanya, biasakan anak-anak untuk mengucapkan “Punten” (permisi) sambil membungkukan badan, tangan kiri rapat ke samping badan, tangan kanan menjuntai ke bawah. Jika perilaku ini dibiasakan sejak kecil, maka dapat membentuk diri anak menjadi pribadi yang memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, dapat menghindarkan anak menjadi pribadi yang individualisme yang tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitar.

Duduk “émok” biasa dilakukan oleh anak perempuan, dengan cara kedua kaki dilipat dan pantat berada tepat diatas kedua kaki tersebut. Kedua tangan simpan di atas paha. Sedangkan duduk “sila” dilakukan oleh anak laki-laki dengan cara melipat kedua belah kaki, kaki yang kiri di bawah dan kaki yang kanan di atas. Kedua tangan disimpan di atas paha. Pengenalan duduk émok maupun duduk sila dapat diberikan kepada anak ketika berdo’a sebelum kegiatan pembelajaran dimulai ataupun sesudah kegiatan pembelajaran selesai, dengan posisi duduk melingkar di karpet.

Dalam menunjukkan sesuatu atau mempersilahkan kepada orang lain, baik kepada teman sebaya maupun kepada orang yang lebih tua, dalam budaya sunda biasa dilakukan dengan menggunakan tangan kanan, jari jempol lurus ke depan dan melipat ke empat jari yang lainnya. Kemudian tangan tersebut diarahkan ke sebelah kanan mengikuti arah yang akan ditunjukkan, sambil membungkukan badan.

Melalui pengenalan tata krama sejak dini, diharapkan akan memberi dampak positif bagi dirinya sendiri. Anak-anak akan senantiasa menjaga kesopanan dimana saja dan terhadap siapa saja. Perilaku seperti ini akan dinilai lebih oleh orang lain dan hal tersebut dapat menjadikan image yang baik bagi anak itu sendiri. Menjaga tata krama juga menjanjikan masa depan yang lebih baik, karena orang - orang akan menganggap diri kita tinggi dan bermartabat.

Nilai-nilai tradisional terutama tata krama sunda harus tetap dimumulé, dipelihara dan dilestarikan, sehingga tidak hilang seiring dengan berkembangnya zaman. Nilai-nilai tata krama sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi dengan orang banyak, karena orang lain dapat menghormati kita, sebagaimana kita telah menjaga tata krama dikalangan orang banyak. Semoga dengan mengenalkan tata krama pada anak sedini mungkin, dapat mencetak generasi bangsa yang memiliki perilaku sopan, santun dan bisa menghargai orang lain serta mencintai budayanya sendiri.

 

*Artikel terbit dalam buku “JEJAK INSPIRASI 25 GURU MENULIS”

*SGI Kelas Menulis #1




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : Ellimitly -  [ellheesia@zmail.website]  Tanggal : 29/04/2019
Erythromycin Suppliers In Canada Azathioprine Cialis Weniger Nebenwirkungen <a href=http://kamxl.com></a> Cialis Avec Dapoxetine


   Kembali ke Atas