• welcome 2019
  • Info TK 23

Selamat Datang di Website Resmi TK ISLAM AL MUHAJIR | Terima Kasih atas Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


TK ISLAM AL MUHAJIR

NPSN : 20254761

Komp.Masjid Al Muhajir, Margahayu Raya Barat Jalan Taman Jupiter Blok E II Bandung 40286


-

TLP : 0227535599


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 310239
Pengunjung : 125163
Hari ini : 11
Hits hari ini : 138
Member Online : 0
IP : 216.73.216.180
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Contoh Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Dampaknya




Contoh Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Dampaknya

 

PENGABAIAN
Kasus: Vira (24 th), punya anak tak lama setelah menikah. Ia merasa menjadi tawaan yang tidak bebas lagi berkumpul dengan teman-teman. “Real life tak seperti romantisme yang saya bayangkan. Kebebasan saya terampas,” ujarnya. Maka pengasuhan bayi sepenuhnya diserahkan pada baby-sitter. Vira sendiri selalu pulang tepat sebelum suaminya tiba di rumah, seolah seharian mengurus anak. Padahal, “Tidur, mandi, makan, susu, bahkan uang belanja harian dna bulanan, saya serahkan sepenuhnya pada baby-sitter. Saya tak mau tertawan.”

Dampak emosi: Secara alami, anak memilih ibu untuk melekat. Disekap, disentuh, dibelai dan dipeluk adalah kebutuhan utama bayi. dari pengalaman ini bayi menumbuhkan cinta di hati, membangun rasa percaya di dalam diri dan terhadap orang lain, dan yang utama adalah tumbuhnya rasa aman. Itu sebabnya anak-anak dengan riwayat diabaikan, berisiko mengalami masalah-masalah emosi bahkan kejiwaan:

  • Mudah cemas, depresi, sulit percaya pada orang lain dan merasa tidak aman.
  • Penelitian Dante Cicchetti, ahli psikopatologi dari University of Minessota (AS) menyebut, 80% bayi yang ditelantarkan menunjukkan perilaku kelekatan yang tidak jelas.
  • Di usia muda anak menolak dan melawan ppengasuhnya, bingung, gel;isah, atau cemas. Di usia 6 tahun, anak tidak bertingkah laku layaknya anak, ia ingin mendapat perhatian dengan cara melayani orang tuanya.

 Dampak fisik: Asupan gizi yang tidak memadai.

Orang tua diharapkan: Konsultasi pada psikolog untuk mengkaji kembali perkawinanya dan untuk apa mempunyai anak, serta mengubah pola pikir.

Bantuan untuk anak oleh orang dewasa lain:

  • Periksa anak ke dokter untuk mengetahui tumbuh-kembangnya serta status gizinya.
  • Penuhi kebutuhan anak untuk menumbuhkan rasa percaya dan rasa aman.
  • Ajak anak bermain dna penuhi kebutuhan emosinya seperti diajak bicara atau dibelai, namun tetap mempertahankan sikap konsisiten, tidak cepat marah dan tidak memberi penilaian negatif pada sikap anak.

       Sumber :http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Terbaru/Terbaru/contoh.kasus.kekerasan.terhadap.anak.dan.dampaknya/001/007/430/3




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas